Giant-Leap Organization

Ekselenizer.com | Pak Stanley memperkenalkan istilah organisasi baru yaitu Giant-Leap Organization (GLO), yaitu organisasi yang mampu mencapai lompatan kinerja yang konsisten dan sustainable dalam kurun waktu lama. Hal ini bisa diwujudkan jika pengelolaan organisasi tersebut berpusat pada kekuatan sumber daya manusia.

Di dalam GLO, melalui sistim kokoh yang berbasis pada pengembangan potensi SDM, maka “orang-orang biasa” akan menjadi “orang-orang luar biasa”. Melalui iklim kerja yang diciptakan, budaya perusahaan yang dipraktekkan, pola kerja yang berfokus pada tim, maka potensi SDM yang biasa-biasa saja akan mampu dioptimalkan menjadi kekuatan luar biasa.

Berikut ini adalah model Giant Leap Organization yang ditawarkan oleh Pak Stanley:

  1. Leader-Driven Enterprise. Collective leader adalah “jantung” terwujudnya GLO. Mereka tidak hanya tersebar di jajaran puncak, melainkan di seluruh tingkatan organisasi. Tugas hakiki dari sebuah organisasi adalah menjadi “pabrik pemimpin”. Dan tugas seorang pemimpin di GLO adalah menciptakan sebanyak mungkin pemimpin lain di seluruh bagian organisasi.
Read More»

Good is the Enemy of Great

Perjalanan bangsa-bangsa sebenarnya sama saja. Mereka yang terlalu lama menikmati kesenangan akan mengalami masa-masa sulit. Kata Jim Collins (2001),“Good is the enemy of great”. Kondisi bagus adalah lawan dari kejayaan. Bangsa yang sudah puas akan berhenti belajar dan menjadi angkuh. Pada saat itulah hidup kita mengalami ujian yang sesungguhnya.

Mereka yang tidak punya apa-apa, yang hidup selalu dalam ancaman, justru tumbuh dari masa ke masa secara konsisten. Mindset mereka sesungguhnya adalah PERUBAHAN, yaitu selalu melompat ke kurva kedua, saat sedang mengalami kejayaan. Singapura, Israel, Jerman, dan Jepang adalah sedikit dari bangsa-bangsa yang terus memacu diri. Mereka selalu menciptakan hal-hal baru, melakukan sesuatu dengan cara-cara baru begitu sesuatu yang lama dirasakan mulai kurang cocok dengan kebutuhan.

Sumber: Renald Kasali, Ph.D (2006). Change!. Hlm: 50.  Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Pengertian Sukses VS Gagal

Ekselenizer.com | Kutipan singkat mengenai Pengertian Sukses vs Gagal pernah dimuat di buletin Ekselenizer edisi Mei 2008. Diadaptasi dari “The Top 10 Misconceptions About Success”, Jim M. Allen.  CoachJim.com.

Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain. Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Read More»

10 Fase Menjadi Pengusaha Versi Barat

10 Fase Menjadi Pengusaha Versi Barat

Ekselenizer.com | Banyak orang bertanya bagaimana cara menjadi pengusaha. Tulisan berikut dapat menjadi pelajaran buat kamu yang kebingungan dari fase mana memulai usaha sendiri dan menjadi seorang pengusaha.

Beberapa blog dan website pernah merilis tulisan ini, namun sampai sekarang kami belum menemukan sumber asli dan penulisnya.

Sobat ekselen, 10 fase menjadi pengusaha ini kami nilai versi Barat, karena konsep diri pengusaha yang diuraikan tidak lebih dari pengejar keduniawian. Tetapi ambil yang baiknya saja, untuk Indonesia ekselen! Kang ARIDH berikan komentar pakar di bawah paragraf di tiap fasenya.

Read More»

Transfer Antar Bank via SKN, LLG, RTGS

transfer-antar-bank

Ekselenizer.com | Berbisnis melalui internet sudah menjadi maklum jika berhadapan dengan perbankan. Transfer antar bank menggunakan STN atau RTGS perlu tahu juga. Kami lebih sering menggunakan fasilitas layanan internet banking ketimbang SMS Banking atau ATM untuk transfer uang. Tetapi adakalanya jumlah saldo saya rekening di bank tertentu tidak mencukupi untuk transfer uang untuk supplier ke bank yang sama.

Ya kalau ada waktu, kami tarik tunai aja di ATM bank yang rekeningnya cukup, lalu uang tersebut kami setorkan ke bank yang rekeningnya kosong, dan terakhir bergegas pulang dengan transfer menggunakan internet banking. Repot juga ya?! Maksudnya ingin realtime online, kirim sekarang terima sekarang, tanpa resiko dan biaya tambahan. Meskipun kini pakai Mobile Banking jika kepepet begitu.

Read More»
Page 1 of 212
© Copyright Ekselenizer - Shared by Themes Lab