2 orang pria dengan PHK dan Kemacetan

Di suatu tempat di ibu kota Jakarta, tampak seorang pria sedang berjalan dengan langkah gontai dan tidak bersemangat. Padahal hari masih pagi, matahari masih malu-malu menampakkan diri. Bajunya kusut, rambut tidak tersisir rapi, wajahnya muram durja seakan menggambarkan perasaan hatinya. Ya, pria ini sedang merasakan kesedihan dan keputusasaan karena pekerjaan yang menjadi tumpuan harapan keluarga telah lepas dari tangan kemarin sore.

Pagi ini, ia berjalan tak tentu arah karena ia belum sanggup untuk mengatakan kepada istrinya tentang berita buruk yang ia terima. Pria ini dipecat karena perfomance pekerjaan tidak mengalami peningkatan. Walau sudah bekerja selama 10 tahun, ia tidak menunjukkan prestasi akan tetapi malah menunjukkan sikap yang malas-malasan, tidak mau bekerja sama dalam team. Atasan dan teman kerja sudah merasa gerah dengan sikapnya. Peringatan demi peringatan tidak digubrisnya. Pria ini beralasan, selama belum ada kenaikan gaji ia tidak akan merubah sikapnya. Sampai akhirnya atasan memutuskan untuk mengeluarkan ia dari pekerjaan.
Tidak jauh dari sana, sekitar 5 kilometer. Tampak seorang pria dengan semangat mengerahkan kemampuan untuk mengatur lalu lintas di pertigaan yang sering membuat kemacetan cukup panjang di pagi hari. Mungkin dia mengharap upah dari ‘pekerjaannya’ itu. Dari sekian ratus kendaraan yang melewati jalan itu, mungkin hanya satu atau dua yang memberikan ia upah. Tetapi ia tetap melakukan dengan semangat tanpa memikirkan seberapa besar upah yang ia terima, demikian ia lakukan setiap pagi dan tetap dengan penuh semangat!

Apa yang membedakan dua pria diatas? Hal ini dikarenakan pria yang bersemangat mengatur lalu lintas telah membaca sebuah slogan yang dibacanya dan menjadikan ia bersemangat dalam melakukan pekerjaannya,

“Dunia tidak menuntut Anda untuk menjadi seorang arsitek ternama, presiden, politikus, ilmuwan, dokter, atau seorang pengusaha. Dunia hanya menuntut Anda untuk menjadi seorang yang terbaik pada apa pun yang Anda kerjakan.”

Ya! Orison Swett Marden telah membuat orang terinspirasi untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Sedangkan pria pengatur lalu lintas di pertigaan setiap pagi hari telah membaca slogan akan tetapi tidak hanya membacanya saja, tetapi ia juga mengaplikasikan dalam dirinya.

Yang lain baca ini juga: