10 Fase Menjadi Pengusaha Versi Barat

10 Fase Menjadi Pengusaha Versi Barat

Ekselenizer.com | Banyak orang bertanya bagaimana cara menjadi pengusaha. Tulisan berikut dapat menjadi pelajaran buat kamu yang kebingungan dari fase mana memulai usaha sendiri dan menjadi seorang pengusaha.

Beberapa blog dan website pernah merilis tulisan ini, namun sampai sekarang kami belum menemukan sumber asli dan penulisnya.

Sobat ekselen, 10 fase menjadi pengusaha ini kami nilai versi Barat, karena konsep diri pengusaha yang diuraikan tidak lebih dari pengejar keduniawian. Tetapi ambil yang baiknya saja, untuk Indonesia ekselen! Kang ARIDH berikan komentar pakar di bawah paragraf di tiap fasenya.

 

1.       START WITH A DREAM

Mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started: Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata “tidak bisa” ataupun “tidak mungkin”.

Mimpi seperti tanaman, jika ia tidak disiram ia akan mudah layu sebelum berkembang. Mimpi juga seperti software, ia akan berkinerja rendah jika tidak di upgrade. Tung Desem Waringin pernah berkata, “Agar kita bisa bersemangat kembali dalam meraih tujuan, selalu bayangkan, dengar dan rasakan kenikmatan yang amat sangat secara detil dan emosional jika kita sudah mulai rajin dan lakukan hal-hal penting.” – red

 

2.       LOVE THE PRODUCTS OR SERVICES

Cintailah Produk Kamu. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa-masa sulit. Enthusiastism and Persistence : Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.

Sesuatu yang dicintai akan memantulkan aura cinta yang sama. Sama seperti tertawa, benci dan sedih, ia menular. Tularkan apa yang kamu rasakan tentang produk/jasa kamu. – red

 

3.       LEARN THE BASICS OF BUSINESS

Pelajarilah fundamental business. BEYOND THE “BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY”: Tidak akan ada sukses tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk bisnis yang baik, belajar sambil bekerja, turut kerja dahulu selama 1-2 tahun untuk dapat mempelajari dasar-dasar usaha akan membantu kita untuk maju dengan lebih baik. Carilah Guru yang baik.

Ikuti magang kerja atau seminar. Robert T. Kiyosaki bilang: Temukanlah seseorang yang telah melakukan apa yang ingin kamu lakukan. Ajaklah dia makan siang bersama, mintalah nasehat atau petunjuk dari dia trik-trik kecil perdagangan itu. – red

 

4.       WILLING TO TAKE CALCULATED RISKS

Ambillah resiko. The Gain that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken: Berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik-baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan “entrepreneur” dengan “manager”. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manager dibutuhkan akan mengatur perusahaan yang telah maju.

Orang yang takut resiko akan mengkerdilkan upayanya; orang yang menghormati resiko akan menghebatkan dirinya. Seberapa besar hidup yang kamu inginkan, akan sama halnya dengan seberapa besar resiko dan tantangan yang berani kamu ambil dalam kehidupan. (Mario Teguh) – red

 

5.       SALESMANSHIP AND CUSTOMER UNDERSTANDING

Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci-sukses. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangakan usaha pada fase itu.

Ketika Valentino Dinsi masih bekerja sebagai manager di PT Garuda Indonesia, salah seorang mentornya mengajarkan sebuah ilmu praktis dalam melakukan apapun, termasuk dalam hal menjual. “Valentino, first of all you must ask to your self, If I were you!” begitu kata mentornya. Ya bersikaplah “Jika saya jadi kamu!” Seandainya kita jadi konsumen atau calon pelanggan apa kira-kira yang ada dipikiran mereka? Mengapa saya harus beli jasa kamu? Apa hebatnya jasa yang kamu tawarkan? Kelebihan apa saja yang kamu tawarkan? Mengapa saya harus percaya kepada kamu? Apa kelebihan jasa atau produk yang kamu tawarkan dibanding dengan yang selama ini saya peroleh, dst…dst – red

 

6.       SEEK ADVICE, BUT FOLLOW YOUR BELIEF

Carilah nasehat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Consult Consultants, ask the experts, but follow your hearts. Entrepreneur selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengembangkan usaha pada fase itu.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan keburukan adalah sesuatu yang membuat hatimu gelisah.” (H.R. Ahmad dan al-Darimi) – red

 

7.       WORK HARD, 7 DAY A WEEK, 18 HOURS A DAY

Kerja keras. Etos kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bussinessnya. Melamunkan dan memimpikan kerjanya.

Dan katakanlah : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS At-Taubah, 9 : 105).

“Katakanlah : Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula).  Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (diantara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini.  Sesungguhnya orang yang dzalim itu tidak akan mendapat keberuntungan” QS Al-An’am, 6 : 135)

“Dan bahwasannya  seorang manusia tidak akan memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”.  (QS An-Najm, 53: 39)

Tetapi ingat untuk tidak melalaikan kewajiban dan peran kamu yang lain. Tujuan kita tidak berhenti hanya sampai kebahagiaan dunia. — red.

 

8.       MAKE FRIENDS AS MUCH AS POSSIBLE

Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kwalitas yang sama orang membeli dari temannya, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hubungkanlah kasih sayang (silaturahim)”. (H.R. Bukhari) — red.

 

9.       DEAL WITH FAILURES

Hadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak “mematikan”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!

Gagal melakukan hal-hal besar itu tetap lebih terhormat dari pada berhasil melakukan hal-hal kecil. Lebih baik mana membayangkan kegagalan atau mengalami kegagalan? Waktu anda membayangkan kegagalan apakah sudah ada tindakan?, belum. Waktu anda mengalami kegagalan apakah sudah melakukan tindakan?, sudah, dan pasti ada yang bisa diperbaiki. Pembayangan kegagalan, telah mengagalkan banyak orang daripada kegagalan itu sendiri. (Mario Teguh) — red.

 

10.   JUST DO IT, NOW!

Lakukanlah sekarang juga. Bila kamu telah siap, lakukanlah sekarang juga. Manager selalu melakukan READY-AIM-SHOOT, tetapi entrepreneur sejati akan melakukan READY-SHOOT-AIM ! Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.

Mengutip Mario Teguh: Dalam bisnis itu CEPAT jauh lebih baik daripada TEPAT. Karena kalau anda CEPAT ada kemungkinan anda BETUL dan ada keungkinan anda SALAH. Karena punya kebiasaan CEPAT kalaupun dia salah akan cepat BETUL. Jika kita ingin-ya TEPAT tetapi tidak mau bertindak, yang mau diperbaiki apanya? Mengapa banyak orang yang latar pendidikannya rendah pengalamannya tidak banyak, tetapi dia lebih berhasil?, karena dia mendahulukan bertindak. Bertindak = Upaya, dan Tuhan janjikan bahwa upaya ini adalah pengubah nasib. Jadi dahulukanlah tindakan, karena KECEPATAN itu jauh lebih baik daripada mengkhawatirkan KETEPATAN.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka.” (QS Ar-Rad, 13:11) — red.

Penulis:


Kang ARIDH » Agus Ridwan -Ideapreneur -Designer -Headman EkselenizerPewaralaba hosting Aridh.NET

 

Yang lain baca ini juga: