Awal Mula
Nama Ekselenizer dicetuskan oleh Kang ARIDH (Agus Ridwan Sopari) awalnya muncul sebagai media pembelajaran yang menerbitkan buletin pada Mei – Desember 2008 di Lembang.
Media pembelajaran diteruskan dengan satu blog ekselenizer.com yang pertamakali diluncurkan tahun 2009, sayang pertengahan 2011 hosting mengalami crash -dan pada 1 Januari 2012 blog kembali digeliatkan.
Bulan Agustus 2010 Kang ARIDH berkesempatan menjadi pembicara seminar bertema ‘Tantangan dan Masa Depan Industri Kreatif’ pada acara Business Plan Training di Universitas Pendidikan Indonesia yang sebelumnya juga pernah menjadi trainer pada TOT Manajemen Pesantren Kilat Berbasis Masjid yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bandung Barat.
Ekselenizer Club dimulai perdana pada 16 Mei 2011 di Panti Asuhan Al-Kautsar Lembang dan pada bulan Juni 2011 adalah langkah awal bersinergi dengan baik bersama Ferry Curtis-Penyanyi Balada & Budayawan melalui ‘Sahabat Cahaya Edutainment Training’-nya.
Sebagai merek unik yang tidak ada dalam kamus English maupun KBBI, kini di tahun 2011 bervisi menjadi perkumpulan profesional yang dimotori generasi muda sebagaimana kata Ekselenizer secara sederhana diartikan EXCELLENCE INDONESIA ORGANIZER artinya Organisator Keunggulan Indonesia.
Penginspirasi
Ekselenizer, di dalam nama ini ada kata kunci yaitu excellent. Maka dari itu symbol Ekselenizer menyerupai jari tangan yang dilingkarkan untuk menunjukkan kata excellent. Logo Ekselenizer didesain sendiri oleh Kang ARIDH tahun 2007.
Mengutip dari pernyataan Aristoteles (384-322 S.M.):
We are what we repeatedly do; Excellence, therefore, is not an act but a habit” Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kemudian keunggulan bukanlah sebuah tindakan, tetapi kebiasaan.
Walaupun kecil pekerjaannya asal konsisten, itulah yang utama, sabda Nabi Muhammad SAW (570-632 M)
Dari Aisyah radhiyallahu ’anha beliau berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:
“Lakukanlah amal sesuai kesanggupan. Karena sesungguhnya Allah ta’aala tidak akan bosan sehingga engkau menjadi bosan. Dan sesungguhnya amal yang paling Allah ta’aala sukai ialah yang terus-menerus dikerjakan walaupun sedikit. Dan bila ia beramal ia beramal dengan teguh pendirian.” (HR Abu Dawud 1161)
Sejalan dengan ini, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah (wafat 1330 M) menyatakan bahwa, kurang lebih seperti ini:
Jika niat melakukan sesuatu itu sudah menguat di dalam hati, lama kelamaan menjadi pola pikir (mindset). Apapun yang menjadi pola pikir maka berangsur-angsur akan menjadi kerangka bertindak (work frame). Jika sudah begitu, maka tindakan-tindakan tersebut akan jadi sebuah kebiasaan (habits). Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan bisa membentuk karakter/kepribadian (personality). Sedangkan KEPRIBADIAN ANDA MENENTUKAN CARA ANDA MENCAPAI MASA DEPAN!
Inilah sebuah kekuatan yang kita harus ikhlas mendorong dan menginspirasi orang lain untuk unggul dan sukses. Hasan Al-Banna (1906-1946 M) pernah berkata,
Bahwa kewajibanmu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk mengerjakan amanah-amanahnya.
Mario Teguh – Golden Ways pernah berujar:
Tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi berbahagia.
Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan,
bagi diri sendiri dan bagi sebanyak mungkin orang lain.
Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri – lebih mudah untuk merasa sedih dan tidak berguna.





Aridh Media
Facebook Ekselenizer
Headman @Ekselenizer
Sahabat Cayaha
Webhost Murah