ABOUT

Ekselenizer Brand

Anda mungkin akan bertanya, apa itu Ekselenizer? Sejak 2007, Agus Ridwan Sopari telah memakai nama Ekselenizer sebagai nama buletin cetak yang ia terbitkan sendiri.

Nama Ekselenizer, secara bahasa tidak ada yang persis sesuai ejaan bahasa yang baik manapun. Tetapi secara merek, nama ini cukup menarik perhatian. Hanya saja, kata Ekselenizer berawal dari gabungan kata “excellent” dan ditambahi “nizer” yang diartikan “si pembuat”.

Dengan begitu, menurut pendirinya, definisi sekaligus VISI dan MISI dari Ekselenizer Institute yaitu: Ekselenizer adalah untuk mendukung keunggulan Anda dengan gerakan untuk belajar lebih banyak, berbuat lebih banyak dan menjadi lebih.

Ekselenizer is favor to be excellent of yours by movements to learn more, do more and become more.” — Agus Ridwan Sopari


Simbol Ekselenizer

Simbol Ekselenizer dirancang oleh ARIDH MEDIA DESIGN dari ide dasar seperti jempol yang dilingkarkan beserta telunjuk dan membiarkan ketiga jari lainnya tegak. Persis seperti orang yang mengungkapkan bahasa non verbal, “OK!” atau “it’s excellent!”.

Simbol ini pertama kali dipublikasikan melalui Buletin Ekselenizer , dengan layout oleh ARIDH MEDIA DESIGN pada bulan Mei 2008.  Ide rancangan simbol Ekselenizer juga merupakan refleksi dari imajinasi hewan kesukaan Agus Ridwan Sopari, yaitu elang. Elang yang diasosiasikan terhadap simbol ini adalah elang jawa (ada jambul dikepalanya). Hewan ini sejak tahun 1992 telah dinyatakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia, karena elang jawa bersifat endemik dan hampir musnah.

EkselenizerSymbol ABOUT

Makna dari Ekselenizer

Ekselenizer, di dalam nama ini ada kata kunci yaitu excellent. Mengutip dari pernyataan Aristoteles (384-322 S.M.), “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Kemudian keunggulan bukanlah sebuah tindakan, tetapi kebiasaan.”

We are what we repeatedly do; Excellence, therefore, is not an act but a habit. -Aristotle-

Sejalan dengan ini, seorang ulama besar Islam, Syaikh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah (wafat tahun 751 H / 1330 M) menyatakan bahwa, kurang lebih seperti ini: Jika niat melakukan sesuatu itu sudah menguat di dalam hati, lama kelamaan menjadi pola pikir (mindset). Apapun yang menjadi pola pikir maka berangsur-angsur akan menjadi kerangka bertindak (work frame). Jika sudah begitu, maka tindakan-tindakan tersebut akan jadi sebuah kebiasaan (habits). Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan bisa membentuk karakter/kepribadian (personality). Sedangkan KEPRIBADIAN ANDA MENENTUKAN CARA ANDA MENCAPAI MASA DEPAN!

Mudah bagi orang untuk sukses sendiri, tetapi tidak mudah orang bisa mensukseskan orang lain. Tetapi inilah sebuah kaidah agar kesuksesan bisa diraih dengan gemilang.

Hasan Al-Banna pernah mengisyaratkan, bahwa kewajiban lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk mengerjakan amanah-amanahnya. Inilah sebuah kekuatan yang kita harus ikhlas mendorong orang lain untuk sukses. Memberi lalu menerima. Sebuah kaidah inti dari Ekselenizer.

Popularity: 2% [?]

Freelance Jobs